Setelah pertemuan pertama minggu lalu puas berkenalan, kemarin barulah pelajaran dimulai dengan geografi Norwegia. Beberapa hal yang umum saya sudah tahu sebelumnya karena topik yang sama juga pernah diangkat di kelas sebelumnya. Misalnya, jumlah penduduk sangat sedikit sementara tanahnya begitu luas. Guru membuat perbandingan dengan Italia karena luas tanahnya sama tapi jumlah penduduk di Italia 15 kali lebih banyak. Nah kalau saya sih lebih terasa kalau membandingkannya dengan Indonesia, lalu saya bukalah website Badan Pusat Statistik. Wow! Dengan luas wilayah 6 kali lebih besar dari pada Norwegia, jumlah penduduk di Indonesia 50 kali lebih banyak. BPS mencatat jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 adalah 237 juta jiwa, sedangkan Norwegia, menurut Biro Pusat Statistik Norwegia belum sampai 5 juta. Kepadatan penduduk kita 8 kali lipat jika dihitung untuk seluruh negeri. Tapi begitu kita bandingkan dengan kepadatan di pulau Jawa, hasilnya lebih besar. Apalagi Surabaya, nama kota yang tertulis di KTP saya? Ah... padat banget! Nah sekarang jadi lebih masuk akal daripada selama ini saya hanya pakai perasaan memikirkan “Trondheim ini kok sepi ya?” Wong penduduk sekota cuma 170.000, coba Surabaya, 3.000.000 juta lebih kan? Hahaha, jangan terkejut deh kalau Trondheim ini romantis banget buat yang bulan madu :D Ya okelah kalau mau dibilang Surabaya itu kondisi khusus karena memang tidak semua kota di Indonesia sepadat itu. Surabaya termasuk salah satu kota tujuan orang dari daerah lain dan sekarang sudah menjadi kota terpadat ke dua setelah ibu kota, Jakarta. Tapi ternyata, dari kelas kemarin itu saya mendapati bahwa Trondheim pun adalah kota tujuan orang bermigrasi dari daerah lain di Norwegia. Bahkan berada di urutan teratas dalam statistik. Mengapa bisa begitu? Saya tulis di halaman selanjutnya saja ya, Trondheim kota paling populer.
No comments:
Post a Comment