Pernahkan Anda merasa diri Anda bodoh? Saya merasa seperti itu. Bulan lalu nilai kuliah semesteran keluar, dan hasilnya sangat jauh dari yang saya harapkan. 3 mata kuliah semuanya dapat D! Sejak pertengahan semester sudah terasa bahwa saya lemah. Untuk mengerjakan PR mingguan saja saya kedodoran, jadi bisa dibayangkan betapa stressnya selama pekan ujian, uuuh... Dan sekarang makin mantaplah keyakinan saya bahwa saya ini bodoh.
Semester depan sepertinya akan lebih sulit deh, bahasa pengantar di dalam kelas akan sepenuhnya Norwegia. Itu adalah kekhawatiran ke dua. Kekhawatiran terbesar adalah kerja prakteknya. Akan ada 4 minggu praktek mengajar di sekolah, dan itu berarti saya akan mengajar matematika dalam bahasa Norwe. Apa anak-anak bisa ngerti kalo saya ngomong? Halah, ngomongnya aja belum tentu saya bisa. Duh gimana ya...
Gara-gara kekhawatiran ini minggu lalu saya nekad berhenti kerja. Itu yang pertama. Ke dua, berlangganan koran jadi diteruskan. Ke tiga, siaran radio mengalun terus sepanjang hari. Ke empat, cari bahan pelajaran semester depan dan pelajari sebelum kuliah dimulai. Ke lima, apa ya... ada ide lain? Kalau ada nanti akan dituliskan di halaman ini.
Wehehe... saya masih terus berpikir apakah yang harus dilakukan oleh orang-orang seperti saya ini. Yang otaknya bukan termasuk jenius, tapi kepingin bergerak maju. Bergerak majunya bukan demi dapat nobel pengetahuan dan diakui orang lho, tapi karena mau belajar demi menghargai kesempatan belajarnya.
Semester depan sepertinya akan lebih sulit deh, bahasa pengantar di dalam kelas akan sepenuhnya Norwegia. Itu adalah kekhawatiran ke dua. Kekhawatiran terbesar adalah kerja prakteknya. Akan ada 4 minggu praktek mengajar di sekolah, dan itu berarti saya akan mengajar matematika dalam bahasa Norwe. Apa anak-anak bisa ngerti kalo saya ngomong? Halah, ngomongnya aja belum tentu saya bisa. Duh gimana ya...
Gara-gara kekhawatiran ini minggu lalu saya nekad berhenti kerja. Itu yang pertama. Ke dua, berlangganan koran jadi diteruskan. Ke tiga, siaran radio mengalun terus sepanjang hari. Ke empat, cari bahan pelajaran semester depan dan pelajari sebelum kuliah dimulai. Ke lima, apa ya... ada ide lain? Kalau ada nanti akan dituliskan di halaman ini.
Wehehe... saya masih terus berpikir apakah yang harus dilakukan oleh orang-orang seperti saya ini. Yang otaknya bukan termasuk jenius, tapi kepingin bergerak maju. Bergerak majunya bukan demi dapat nobel pengetahuan dan diakui orang lho, tapi karena mau belajar demi menghargai kesempatan belajarnya.
No comments:
Post a Comment