21 November 2012

Ujian sudah dekat, jangan membaca buku pelajaran!

Mendekati ujian begini kampus NTNU memberikan kursus Eksamensmestring alias keterampilan  menghadapi ujian. Hari jumat yang lalu saya iseng ikutan buat menambah pengalaman praktek bahasa. Nah hasil iseng itu ternyata lumayan juga, ada beberapa hal menarik untuk memperkaya wawasan. Makanya saya buat tulisan singkat ini supaya bisa berbagi dan mungkin juga berdiskusi dengan kawan-kawan lain.

Isi kursusnya terlalu panjang kalau ditulis semua di sini. Ada pembicaran mengenai bagaimana supaya tetap bersemangat, mengatasi kekhawatiran, memusatkan perhatian, dan satu yang paling sering dilupakan yaitu mengambil jeda saat belajar. Lumayan banyak juga kan? Karena tidak bisa menuliskan semuanya sekarang, saya pilih saja tentang bagaimana cara membaca di hari-hari mendekati ujian.

Pertama, jangan berpikir akan membaca ulang buku-buku pelajaran! Karena waktunya tidak akan cukup untuk membaca misalnya 2000 halaman. Cukupkan diri dengan membaca versi singkatnya. Asumsinya adalah kita sudah membaca dan sudah pernah menuliskan sesuatu selama perkuliahan. Entah itu dengan menggarisbawahi langsung di buku, merangkum, menggambar peta pikiran, atau apapun cara Anda membuat versi singkat buku pelajaran.

Bagaimana jika itu belum dilakukan? Terlambat. Tidak akan cukup waktu untuk membuatnya di musim ujian. Saya pikir kalau sudah begitu masuk saja ke cara darurat, fotokopi catatan teman. Walaupun hasilnya mungkin tidak begitu pas karena itu adalah sari pikiran orang lain, tapi ya masih lumayanlah ada versi singkat yang bisa dipakai.

Bagaimana kalau tidak berhasil meminjam catatan orang lain? Wah ini lebih darurat lagi, pilih saja beberapa bagian yang kelihatannya penting. Kenapa hanya kelihatannya? Karena ya tidak akan benar-benar tahu mana yang penting kalau belum pernah membacanya baik-baik, tapi setidaknya bisa menerka kalau sepanjang semester mengikuti kuliah dengan baik. Langsung ambil bagian yang menjadi sentral pembicaraan di kelas.

Tapi, bagaimana kalau sudah terlanjur tidak mengikuti kuliah dengan baik? Waduh, ini sih super-duper darurat! Gimana ya... pakailah hati nurani untuk menebak. Dari judul-judulnya mungkin bisa kelihatan? Atau kaitkan dengan soal-soal ujian tahun sebelumnya, topik-topik mana yang paling sering muncul.

Nah, kalau contoh soal ujian pun tidak punya? Aduh duh, semoga tidak terjadi seperti itu ya. Itu sih sudah masuk kondisi amat-super-duper darurat. Mau mulai dari mana dan akan ke mana menyiapkan ujiannya? Saat itulah muncul penyesalan-penyesalan. Seandainya dulu sempat merangkum.

Akhir kata saya sampaikan selamat menyambut ujian, semoga resep ini berkhasiat. Bagi yang tidak sembuh mungkin memang perlu resep lain. Apapun gaya membaca Anda, tolong isi survey kecil-kecilan di bawah ini ya, terima kasih lho...


No comments:

Post a Comment