Tulisan yang lalu terkesan puitis dan dramatis, karena ditulis pada saat perasaan sedang gundah gulana. Bagaimana tidak, sehari-hari saya berjalan ke sana ke mari untuk melakukan kegiatan ini dan itu demi menemukan cara belajar bahasa yang benar. Beneran lho jalan kaki biarpun ada kartu bus.
Salah satunya, ke språkkafe. Fasilitas belajar bahasa yang diberikan di perpustakaan kota. Itu menyenangkan, menikmati secangkir teh sambil mengobrol.
Tapi ada yang mengganjal, sepertinya bukan itu solusi yang tepat. Kami belasan orang duduk melingkar dan bergantian menganggapi suatu topik. Waktunya satu jam saja, sepuluh menit pertama biasanya habis untuk berkenalan. Sisanya dibagi serata mungkin sehingga masing-masing hanya mendapat kesempatan terlalu sedikit. Bagi saya sekarang terlalu sedikit, tidak seperti tahun lalu ketika baru mulai belajar.
Dari perpustakaan saya meminjam banyak film berbahasa Norwegia dengan teks Norwegia juga. Itu sangat membantu, dan juga sangat menyenangkan karena bisa dinikmati di rumah bersama keluarga. Tapi, menonton film juga perlu waktu. Tidak mungkin dengan sekali nonton langsung jadi pintar. Dampaknya baru terasa kalau itu sering dilakukan. Nah terus terang saya tak punya waktu sebanyak itu, sedangkan hari-hari biasanya saja saya sangat jarang nonton TV. Oke, bukan berarti berhenti ya, saya terus menonton kalau ada waktu.
Film terakhir yang saya tonton dari youtube berjudul Kamila og tyven sangat bagus! Ini salah satu video klipnya:
Salah satunya, ke språkkafe. Fasilitas belajar bahasa yang diberikan di perpustakaan kota. Itu menyenangkan, menikmati secangkir teh sambil mengobrol.
Tapi ada yang mengganjal, sepertinya bukan itu solusi yang tepat. Kami belasan orang duduk melingkar dan bergantian menganggapi suatu topik. Waktunya satu jam saja, sepuluh menit pertama biasanya habis untuk berkenalan. Sisanya dibagi serata mungkin sehingga masing-masing hanya mendapat kesempatan terlalu sedikit. Bagi saya sekarang terlalu sedikit, tidak seperti tahun lalu ketika baru mulai belajar.
Dari perpustakaan saya meminjam banyak film berbahasa Norwegia dengan teks Norwegia juga. Itu sangat membantu, dan juga sangat menyenangkan karena bisa dinikmati di rumah bersama keluarga. Tapi, menonton film juga perlu waktu. Tidak mungkin dengan sekali nonton langsung jadi pintar. Dampaknya baru terasa kalau itu sering dilakukan. Nah terus terang saya tak punya waktu sebanyak itu, sedangkan hari-hari biasanya saja saya sangat jarang nonton TV. Oke, bukan berarti berhenti ya, saya terus menonton kalau ada waktu.
Film terakhir yang saya tonton dari youtube berjudul Kamila og tyven sangat bagus! Ini salah satu video klipnya:
No comments:
Post a Comment