25 March 2012

Datang ke gereja pas bubaran kebaktian? PeDe banget!

Tadi pagi sampai di halaman gereja ketemu teman, menyapanya sambil berpikir negatif: lho, pas kebaktian mau mulai kok malah dia pulang. Trus sambil senyum-senyum dia tanya, "Are you going to the service?" Kujawab dengan mantap, "Yes." Lha emangnya mau ngapain lagi? Oh ya, biasalah basa-basi kali ya... maksudnya. Trus senyumnya tambah gede, "Oh, you are too late." Kami pun ikutan senyum besar-besar, nggak nyangka cewek ini bisa ngajak guyon juga. "Yes, it's almost eleven." Sambil bilang gitu aku dan suamiku menunjukkan sikap mau buru-buru masuk, biar nggak jadi telat beneran kan. Tapi dia bilang lagi, "You hear?" Tepat saat itu lonceng gereja berdentang, dia menunjuk ke atas pintu gereja dan kami pun terperanjat, "It's twelve!"

"The time has changed last night." kata temanku itu sambil ketawa.
"Oh no, last night??" Ya ampun, kupegang keningku dengan kedua telapak tangan, bagaimana bisa melewatkan hal ini? Tahun lalu kami mentertawakan seorang teman melakukan kesalahan yang sama, tak kusangka kami berdua pun kompak melakukannya.
"The service is over." kata-katanya membuatku malu pada diri sendiri. Ohh... please deh.
"Anyway, we can still meet people there." kubilang gitu aja deh buat menghibur diri, dan suamiku pun udah senyum-senyum aja.
"And for coffee." Imbuh temanku itu, masih tetap tertawa, "I'm going to my Mom." katanya berpamitan.
"Hils fra meg." kataku menitipkan salam buat mamanya yang sedang sakit.
"Det skal jeg gjøre." jawabnya senang, wajah cerianya itu membuat kami terhibur dari kekonyolan hari ini.
Kami pun masuk ke gereja sambil cengar-cengir ketemu orang-orang di sana. Mereka baru saja mulai acara ramah tamah. Ya lumayanlah, masih bisa ikut sesi kue dan minuman. Beberapa orang menceritakan pernah mengalami hal yang sama. Terlambat sejam atau kecepetan sejam pas saat-saat begini biasanya dimaklumi. Bu pendeta malah bilang nyesel nggak ngirimin email. Ha ha, untung pendetanya baik dan ramah, sama sekali nggak menyalahkan malah merasa bersalah sendiri iki piye to?
Memang buat para pendatang yang tidak mengalami pergeseran waktu di negaranya hal ini agak asing, jadi harus benar-benar memperhatikan. Lain kali akan kupasang reminder di HP deh, biar nggak lupa lagi. Maklum, HP kami bukan yang smart jadi nggak bisa mendeteksi Daylight Saving Time.
Setelah duduk kurang lebih sejam ngobrol, kami bersepeda keliling kota menikmati udara segar biarpun sedikit gerimis. Hari minggu yang menyenangkan!



No comments:

Post a Comment