25 September 2012

Pemandu mendapat panduan lebih dulu

Hari pertama magang mengajar membuat saya tidak tidur nyenyak semalaman. Lebih dari 5 kali terbangun, dan tiap kali bangun langsung teringat bahwa semakin dekat saatnya saya dieksekusi. Walah, kok seperti orang menunggu hukuman. Ini bukan hukuman, melainkan kesempatan emas. Bayangkan, untuk pertama kalinya dalam hidup saya akan mengajar di sekolah betulan!

Yaaa walaupun ini masih magang, tapi rasanya sudah seperti naik jet coaster di dufan. (Oops, saya belum pernah naik jet coaster di dufan ding!)

Saya patut bersyukur bahwa magang ini benar-benar didampingi oleh guru kelas mereka yang asli. Bahan pelajaran yang diberikan pun bahan pelajaran yang asli sedang mereka jalani. Tapi itu juga berarti kelas itu jadi pertaruhan dalam proses belajar saya dan teman-teman magang yang lainnya. Semoga saja kami bisa mengerjakan dengan baik tugas baru sebagai guru.

Di kelas, guru pemandu saya adalah seorang pria setengah baya yang sudah puluhan tahun mengajar. Dia begitu lincah, mukanya selalu tersenyum dan tetap tenang menghadapi bermacam-macam tingkah para murid. Dan hari ini, dia mempercayakan kelasnya pada saya! Dia katakan begini kira-kira, "I dag skal dere konstruere parabel igjen ved andre metode. Rosalia skal vise dere hvordan å gjøre det." Satu anak perempuan spontan bertanya, "Hvem er Rosalia?" Bapak guru menjawab sambil menunjuk pada saya di bangku paling belakang, "Hun er lærerstudent fra NTNU." Saya lambaikan tangan padanya dan anak itu pun menyapa, "Hei!" Oh... interaksi dengan kelas sudah dimulai. Deg-degan deh. Tapi itu membuat saya lebih berenergi. 

Ketika saya berdiri di depan kelas, para remaja itu menatap penuh perhatian. Saya grogi, tapi juga senang. Mereka menghargai saya, dan itu sangat menolong. Saya mulai memperkenalkan diri dan berterus terang tentang keterbatasan saya dalam hal bahasa. Saya minta mereka membantu saya. Pak guru juga menambahkan, "Snakk litt saktere, for vi snakker trøndersk ikke sant?" 

Tugas saya sederhana, hanya menunjukkan pada mereka tahap demi tahap menggambar parabola dengan metode proyeksi. Itu berjalan dengan baik dan melegakan sekali. Menit-menit berikutnya saya gunakan untuk berjalan berkeliling membantu yang kesulitan sambil berkenalan. Saya pun minta mereka menuliskan di secarik kertas saran dan komentar untuk perbaikan di hari-hari berikutnya.

Ya Tuhan saya bersyukur untuk hari pertama magang ini. Tidak tahu apa yang akan terjadi besok, tapi semuanya akan baik-baik saja.

Berikutnya: Hari ke dua magang

No comments:

Post a Comment